Minggu, 25 Desember 2011

Trouble Shooting pesawat Televisi



TROUBEL SHOOTING PESAWAT TELEVISI
Gejala : Mati Total
Langkah Penngecekan :
  • Khusus pada pengukuran ini Pasangkan Ground tester pada heat sink Transistor
V 513 ( Transistor D 1710 )
1. Ukur input AC sampai ke L501 ( LQ 9825 ) kurang lebih 220 V AC
    Bila keadaan di atas tidak dapat dipenuhi, kemungkinan kerusakan pada :
          Kabel AC
          Saklar power ON/OFF
          Fuse 220 V 15 A
2. lepas input Colector C513
    Ukur tegangan C 507 ( 220µf/400 V ) kurang lebih 300 V DC
    Bla keadaan di atas tidak dapat dipenuhi, kemungkinan kerusakan pada :
          Resistor R 502 ( 3,9Ω/6 Watt )
          Dioda VD 503, VD 504, VD 505, VD 506 ( IN 5399 )
          Transistor V 513 ( C 1710 )
3. Ukur tegangan Basis V 511 ( A 1015 ) kurang lebih 15 V
    Bila keadaan di atas tidak dapat dipnuhi, kemungkinan keruakan pada :
          Transistor V 511 ( A 1015 )
          Resistor R 502 ( 120KΩ/2 Watt )
          Dioda VD 514 ( IN 4148 )
          Capasitor C 513 ( 4n7 )
4. Ukur tegangan basis V 511 ( C 3807 ) kurang lebih 0,3 V DC
    Bila keadaan di atas tidak dapat dienuhi, kemugkinan kerusakan pada :
          C 515 ( 15n )
          V 512 ( C 3807 )
5. Ukur tegangan basis V 513 ( D 1710 ) kurang lebih 0,5 V DC
    Bila keadaan di atas tidak dapat dipenuhi, kemungkinan kerusakan pada :
          V 513 ( D 1710 )
6. Pasang kembali Clector V 513 ( D 1710 )
    Ukur B1/C 561 ( 220µf/160 V ) kurang lebih 110 V DC
    Bila keadaan di atas tidak dapat dipenuhi, kemungkinan kerusakan pada :
          C 561 ( 220µf/160 V )
          VD 551 ( Dioda 3 A )
          V 432 ( C 1651 )
          C 552 ( 47µf/250 V )

Gejala : Low Voltage ( B1 kurang dari 110 V Dc / Drop tegangan
Langkah Pengecekan :
1. Ukur tegangan B1, apabila drop ( lebih kecil/sama dengan 80 V DC )
    Maka kemungkinan kerusakan pada :
          VR 551 ( 2KΩ )
          VD 561 ( Dz 6,2 V )
          VD 519 ( Dz 7,1 V )
          C 515, 517 ( 15n )
          R 523 ( 33kΩ/ ¼ Watt )
          VD 516, 518 ( Dioda IN 4148 )
Gejala : High Voltage pada B1
Langkah pengcekan :
1. Ukur tegangan B1, apabila over voltage ( 125 V lebih )
   Maka kemungkinan kerusakan pada :
          R 555 ( 47 KΩ ½ Watt )
          R 552 ( 100 kΩ 1 Watt )
          R 554 ( 150 KΩ 1 Watt )
          V 553 ( C 1815 )
          V 551 ( A 1015 )
          V 512 ( C 3807 )
          N 501 ( PC 817 )
Gejala : Gambar disamping kanan kiri goyang bergaris.
Kemungkinan kerusakan pada :
          C 507 100 µf/400 V )
Gejala apabila B1 sudah kurang lebih 110 V DC tapi TV masih mati total.
Langkah pengecekan :
1.  Ukur tegangan B7, ( N 553 / IC 7805 )
    Apabila tidak keluar tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          R 569 ( 2,2Ω/ 2 Watt )
          Micro Switch ( Short )
          Led 701
          Putus jalur pada N553
          N 553 ( IC 7805 )
Kerusakan pada bagian CPU Control.
Gejala : Power Stan by
Langkah Pengecekan :
1. Ukur B7 ( N 553 ) = 5 V
2. Ukur VDD N 701 ( IC LC 863320 ) = 5 V
    Apabila tidak keluar tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          L 701
          C 701
3. Ukur VD N 703 ( Dz 3,2 V ) = 3,2 V
    Jika tiga tegangan tersebut diatas bagus tetapi TV masih rusak,
    Kemungkinan kerusakan pada:
          C 701
          N 701
    Keterangan : Pada TV rusak stand by gejalanya :
                       Warna LED berubah dari merah menjadi kuning.
Horisontal Off.
Langkah Pengecekan :
1. Ukur tegangan ( B+ ) T 471 / Colector V 432 kurang lebih 110 V DC
   Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          T 471
          R 470 ( 2,2Ω / 2 Watt )
2. Ukur tegangan B4 ke T 431 ( kurang lebih 24V ) ke T 431
    Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          V 551 ( Basis TR B 892 )
          R 650 ( 1Ω / 1 Watt )
          R 434 ( 220Ω / 2 Watt )
          R 550 ( 1,5Ω / ¼ Watt )
3. Ukur tegangan B7 ( 5 V ) N 562 ke VCC horizontal kurang lebih +5 V
    ( VCC horizontal IC LA 76810 pin 25 )
    Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          R 400 ( 270Ω ½ Watt )
          C 404 ( 220µf / 16 V )
4. Ukur tegengan horizontal out ( pada IC LA 76810 pin 27 ) kurang lebih
    0,35 V
    Apabila tidak ada tegangan seperti di atas,kemungkinan kerusakan pada :
          N 101 ( IC LA 76810 )
5. Ukur tegangan basis V 431 ( C 2383 ) kurang lebih 0,35 V.
    Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          R 409 ( 680 Ω ¼ Watt ).
6. Ukur tegangan Colector V 431 ( C 2383 ) kurang lebih 18 V.
    Apabila tidak ada tegangan seperti diatas, kemungkinan kerusakan pada :
          V 431 ( C 2383 )

   Keterangan : Ciri-ciri Horisontal ON
                       @. Filamen / heater CRT menyala = 5 V
                       @. G2 Screen = 360 V
Garis Vertikal.
Langkah pengecekan :
   Soket kabel Defleksi Horisontal kemungkinan kendor
   L 441 putus jalurnya
Vertikal OFF ( Garis Horisontal pada Layar ).
Langkah pengecekan :
1. Cek tegangan supply B4 kurang lebih 24 V DC
   Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          V 551 ( B 892 )
          R 550
          N 451 ( IC LA 7840 )
2. Cek sinyal V. Out N 101 pin 23
    Apabila tidak ada sinyal, kemungkinan kerusakan pada :
          R 451 ( 5,6 KΩ )
          N 101
3. Ukur tegangan B7 ( 6 V DC )
    Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          N 552 ( 7805 )
Vertikal rusak ( Ada garis-garis di layer bagian atas )
Langkah pengecekan :
1. Kemungkinan kerusakan pada :
          C 451 ( 100µf / 35 V )
          C 445 ( 10 pf )
Vertikal rusak ( Ada garis-garis di layer bagian atas )
Langkah pengecekan :
1. Ukur B1 kurang lebih 10 V DC
          T 471 ( Fly back )
          C 438 ( 9 n 1 )
          C441 ( 0,39Ωµf )
    Apabila gambar kurang penuh, perbesar nilai C 438 menjadi 4n7, 2 V

Problem Audio
Tidak ada suara
Langkah pengecekan :
1. Check speaker
   Check kabel speaker
   Ukur tegangan B2 ( 17 V ) / VCC N 601 ( LA 4285 ) pin 10
   Kemungkinan kerusakan pada :
          C 565 ( 300µf / 25 V )
          R 562 ( 1Ω / 2 Watt )
          C 606 ( 2200µf / 25 V )
          N 601 ( IC LA 4285 )
2. Pada posisi Vol maks
    Ukur tegangan N 601 ( IC LA 4285 ) pin 5 kurang lebih 5 V
    Apabila tegangan yang keluar tidak ada, kemungkinan kerusakan pada:
          C 615 ( 2,2µf / 16 V )
          C 616  ( 0,1µf / 16 V )
          C VD 610 ( IN 4148 )
          R 780 ( 560 Ω / ¼ Watt )
          C 773 ( 10µf / 16 V )
          R 779 ( 8,2Ω / ¼ Watt )
          R 776 ( 10KΩ / ¼ Watt )
          R 774 ( 100Ω / ¼ Watt )
          N 701 ( IC LA 863320 )
3. Check sinyal audio
    Apabila tidak ada, kemungkinan kerusakan pada :
          C 661 ( 10µf / 16 V )
          R 661 ( 560 Ω / ¼ Watt )
          C 610 ( 10µf / 16 V )
          C 811 ( 10µf / 16 V )

Suara Mendesis
Kemungkinan kerusakan pada :
          C 121
          N 101 ( IC LA 76810 )

Suara Sember
Kemungkinan kerusakan pada :
          Speaker
          VD 612 ( IN 4148 )
          VD 611 ( IN 4148 )
          C 613 ( 100µf / 16 V )
          C 614 ( 100µf / 16 V )

Tuning
Tidak terima siaran
Langkah pengecekan :
1. Check B+ pada tuner kurang lebih 12 V
   Check jalur B6 ke tuner
   Kemungkinan kerusakan pada :
          Tuner
2. Check B+ pada Band VHF-L, VHF-H, UHF kurang lebih 12 V
    Kemungkinan kerusakan pada :
          N 103 ( IC LA 7910 )
          R 763 ( 22 KΩ ¼ Watt )
          R 764 ( 22 KΩ ¼ Watt )
          N 701 ( IC LA 863320 )
3. Pengecekan N 701 ( IC LA 863320 ) adalah pada pin 41 dan 42
          Pada posisi Band VHF-L
                   Pin 41 = 0 Volt
                   Pin 42 = 0 Volt
          Pada posisi Band VHF-H
                   Pin 41 = 1,7 Volt
                   Pin 42 = 0 Volt
          Pada posisi UHF
                   Pin 41 = 1,7 Volt
                   Pin 42 = 1,7 Volt
Tuner
Langkah pengecekan :
1. Ukur tegangan B+ pada VT kurang lebih 33 Volt
   Apabila tegangan di atas kurang, kemungkinan kerusakan pada :
          R 718 ( 8,2 KΩ 2 Watt )
          N 705 ( UPC 574 )
          C 708 ( 47 µf / 50 V )
2. Ukur tegangan pada VT Tuner 0 Volt s/d 33 Volt DC
    Apabila tidak ada tegangan. Kemungkinan kerusakan pada :
          Tuner
          C 106 ( 1 µf / 50 V )
          R 717 ( 1 KΩ ¼ watt )
          C 717 ( 100 nf )
          R 716 ( 5,6 KΩ ¼ Watt )
          C 716 ( 100 nf )
          R 715 ( 5,6 KΩ ¼ Watt )
          C 715 ( 100 nf )
          R 714 ( 5,6 KΩ ¼ Watt )
          V 701 ( C 1815 )
          R 711 ( 27 KΩ Watt )
          R 710 ( 33 KΩ Watt )
          C 707 ( 18 nf )
          C 706 ( 22 pf )
          N 701 ( IC LC 863320 )
3. Ukur tegangan pada N 701 pin 8
4. Control Tuning search = 5 s/d 0 Volt

Tidak ada sinyal gambar / Raster Bintik
Langkah Pengecekan :
1. Check B+ tuner kurang lebih 12 VDC
   Check N 101 ( vcc. VIF )
   Apabila tidak ada tegangan seperti di atas, kemungkinan kerusakan pada :
          C 115 ( 100 µf / 16 V )
          L 102
          N 101 ( IC LA 76810 )
          Tuner

Penerimaan gambar tidak bagus / tidak normal
Langkah pengecekan :
1. Check jalur IF Tuner
   Apabila Tidak ada signal, kemungkinan kerusakan pada :
          C 110 ( 0,01 µf )
          V 102 ( C 2216 )
          R 107 ( 100 Ω ⅛ Watt )
          R 112 ( 2,2 KΩ ⅛ watt )
          R 110 ( 220 KΩ ⅛ Watt )
          R 108 ( 5,6 KΩ ⅛ Watt )
          C 112 ( 0,01 µf )
          Z 101 ( LH 38,9 )

CRT tidak Menyala.
Langkah pengecekan:
1. Periksa apakah Horisontal sudah bekerja / aktif dengan cara pengukuran
   Tegangan G2 / screen pada CRT board kurang lebih 360 V Dc
2. Periksa apakah filament pada CRT menyala, dengan cara pengukuran heater
    Pada CRT board = 5 V AC.
    Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          R 491 ( 1,5 Ω ⅛ Watt )
          Filamen CRT putus

Garis Blangking
Langkah pengecekan :
1. Ukur tegangan B3 kurang lebih 190 V DC
   Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          C 562 ( 47 µf 250 V )
2. Periksa tegangan R. Out, G. Out, B. Out, pada N 101 ( IC LA 76810 )
    Pin 19, 20, 21 dengan cara soket SCN 5 / soket RGB dilepas.
    Ukur tegangan :
          R Out = 2 V DC
          G Out = 1,8 V DC
          B Out = 3,8 V DC
3. Kemungkinan kerusakan pada :
          R 243 ( 220 Ω ⅛ Watt )
          C 244 ( 47 µf 16 V )
          N 101 ( IC LA 76810 )

Gambar merah bergaris-garis
Langkah Pengecekan :
1. Ukur tegangan katoda Red pada CRT Board
2. Lepas Katoda Merah dari Soket CRT, kemudian ukur tegangan katoda Red
    Pada CRT.
          Apabila tegangan katoda merah pada CRT Board ( Red Out ) ada.
          Berarti kemungkinan kerusakan pada CRT.
          Kemungkinan kerusakan pada :
            Katoda Merah CRT short ( Hubung singkat ) dengan Ground.
          Apabila tegangan katoda merah pada CRT board ( Red Out ) masih-
          Belumada / drop, kemungkinan kerusakan pada :
                   V 922 ( C 2482 )
                   R 928 ( 27 KΩ ½ Watt )
                   R 927 ( 10 KΩ 2 Watt )

Gambar Hijau bergaris-garis
Langkah pengecekan :
1. Ukur tegangan Katoda Hijau pada CRT Board / Green Out
2. Sekat / Lepas hubungan Katoda Hijau pada CRT board dengan soket
    Katoda hijau CRT.
    Kemudian cek / ukur tegangan katoda hijau pada CRT board :
          Apabila tegangan green out keluar / ada, maka :
                   Katoda CRT hijau short ke ground CRT.
          Apabila tegangan katoda hijau masih drop sampai 0 Volt DC
          Kemungkinan kerusakan pada :
                   R 918 ( 27 KΩ ½ Watt )
                   V 912 ( C 2482 )
                   R 917 ( 10 KΩ 2 Watt )

Gambar biru bergaris-garis
Langkah pengecekan :
1. Periksa tegangan katoda Biru pada CRT board / Blue Out.
   Lepas hubungan katoda biru pada CRT board dengan soket katoda biru CRT
   Kemudian check ulang tegangan blue out
          Apabila tegangan katoda biru pada CRT Board ada, maka :
                   Katoda CRT blue short / terhubung singkat dengan Ground CRT.
          Apabila tegangan katoda biru pada CRT masih drop sampai 0 Volt DC
          Kemungkinan kerusakan pada :
                   R 908 ( 27 KΩ ½ Watt )
                   V 902 ( C 2482 )
                   R 907 ( 10 KΩ 2 Watt )

Tidak ada OSD ( On Screen Display )
Langkah pengecekan :
1. Check jalur Horisontal pulse ( Fly Back pin 10 ) ke N 101 ( IC LA 76810 )
    Pin 28 FBT in.
   Apabila TIDAK ada pulse, kemungkinan kerusakan pada :
          R 412 ( 10 KΩ ½ Watt )
          VD 411 ( Dz 7,3 V )
          R 413 ( 10 KΩ ¼ Watt )
          N 101 ( IC LA 76810 )
2. Check jalur Horisontal pulse ke N 701 ( IC LC 863320 ) pin 21 ( H Sinc )
    Apabila tidak ada pulse, kemungkinan kerusakan pada :
          R 705 ( C 1815 )
          R 734 ( 10 KΩ ¼ Watt )
          R 733 ( 1 KΩ ¼ Watt )
3. Check jalur N 451 pin 7 ( Pump Out ) ke N 701 pin 20 ( V Sinc )
   Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          R 729 ( 150 KΩ ¼ Watt )
          R 730 ( 10 KΩ ¼ Watt )
          V 704 ( C 1815 )
          R 731 ( 10 KΩ ¼ Watt )
          N 701 ( IC LC 863320 )

OSD Bergoyang.
Langkah pengecekan :
1. Periksa tegangan B4 kurang lebih 24 Volt
   Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          C 451 ( 100 µf 35 V )
2. Periksa tegangan B5 kurang lebh 5 Volt.
   Apabila tidak ada tegangan, kemungkinan kerusakan pada :
          R 731 ( 10 KΩ, ¼ Watt )
          R 734 ( 10 KΩ, ¼ Watt )

12 komentar:

  1. Permisi... boleh tanya gan???

    BalasHapus
  2. Blangking warna merah,,tr c2482 keluar asap diganti tetep keluar asap,,coba dilepas tetep keluar asap lagi,,kira kira apanya mas,,maklum masih pemula,, minta solusinya

    BalasHapus
  3. Maksudnya dilepas dari soket tabung

    BalasHapus
  4. Kalau terjadi kerusakan pada IC N101 pin 8?

    BalasHapus
  5. Sangat membantu artikelnya untuk pemula seperti saya.👍

    BalasHapus
  6. Mo tanya master..?
    Klo tv cina 14" gambar melengkung kiri kanan bagian mana yang harus diperiksa dan Mohon solusinya .
    Matur suwon.🙏

    BalasHapus
  7. terima kasih gan atas infonya 👍
    Mantul 👌

    BalasHapus
  8. terima kasih gan atas infonya 👍
    Mantul 👌

    BalasHapus
  9. terima kasih gan atas infonya 👍
    Mantul 👌

    BalasHapus
  10. Tv akari gambar goyang seperti serat kayu.elko sudah di ganti semua.mohon petunjuk.

    BalasHapus
  11. Mf barang kali ada yg tau nilai c701 pd mesin tv wansonic. Trm ksh

    BalasHapus